Jumat, 30 Desember 2011

PENGERTIAN, CIRI-CIRI dan BENTUK ADJEKTIVA BAHASA INDONESIA

A.    Pengertian
Secara tradisional, adjektiva dikenal sebagai kata yang mengungkapkan kualitas atau keadaan suatu benda. Alwi et al (2003:171) berpendapat bahwa adjektiva adalah kata yang memberikan keterangan.

B.     Ciri-ciri
1.      Menurut Chaer, kata-kata yang dapat diikuti dengan kata keterangan sekali serta dapat dibentuk menjadi kata ulang berimbuhan gabung se – nya, misalnya kata indah (indah sekali, seindah-indahnya)
2.      Effendi (1995), Alwi et al  (2003:171), dan Kridalaksana (2005:59) mengungkapkan ciri-ciri adjektiva ini lebih terperinci, yaitu adjektiva merupakan kategori yang memiliki kemungkinan untuk (1) bergabung dengan partikel tidak, (2) mendampingi nomina, atau (3) didampingi partikel seperti lebih, sangat, agak, (4) dapat hadir berdampingan dengan kata  lebih…daripada… atau  paling untuk menyatakan tingkat perbandingan, (5) mempunyai ciri-ciri morfologis, seperti – er, - if, (6) dapat dibentuk menjadi nomina dengan konfiks ke – an, dan (7) dapat berfungsi atributif, predikatif, dan pelengkap.



C.    Bentuk
Berdasarkan bentuknya, Alwi et al membagi adjektiva menjadi dua, yaitu:
(a)    adjektiva dasar yang selalu monomorfemis dan
(b)   adjektiva turunan yang selalu polimorfemis. Selanjutnya adjektiva turunan ini dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu (1) adjektiva berafiks, (2) adjektiva bereduplikasi, dan (3) adjektiva yang berasal dari berbagai kelas.
a.      Adjektiva Dasar
Sebagian besar adjektiva dasar merupakan bentuk yang monomorfemis, meskipun ada yang berbentuk perulangan semu. Perhatikan contoh berikut: arif, anggun, rajin, malas, besar, mewah, putih, pura-pura, sia-sia.

b.      Adjektiva Turunan
1.      Adjektiva turunan berafiks, misalnya:
a.       prefiks se- , contoh: secantik, semahal, seluas dan dengan prefiks ter-, contoh: terpandai, terlama, terbaru.
b.      infiks atau sisipan – em – pada nomina, adjektiva, dan verba, contoh: gemetar, gemuruh,  kemilau,  semerbak.
c.       sufiks merupakan hasil penyerapan adjektiva berafiks – i, - iah, atau – wi dan yang berafiks – if, - er, - al, - is, contoh: alami, abadi, insani, batiniah, rohaniah, ilmiah, manusiawi, duniawi, aktif, agresif, parlementer, komplementer, normal, struktural, praktis.
d.      ke – R – an atau ke – an, contoh: kebelanda-belandaan, kebiru-biruan, kesakitan, kesepian.
2.      Adjektiva turunan bereduplikasi, misalnya:
a.       Adjektiva bentuk berulang sempurna, contoh: elok-elok, kecil-kecil, muda-muda, gagah-gagah.
b.      Adjektiva yang mirip dengan bentuk berulang, yaitu yang merupakan hasil penggabungan sinonim atau antonim, contoh: indah jelita, gelap gulita, arif bijaksana, siap sedia, tua muda, baik buruk, besar kecil, kaya miskin, tinggi rendah.
c.       Adjektiva majemuk yaitu adjektiva yang merupakan gabungan morfem terikat dengan morfem bebas dan ada yang merupakan gabungan dua morfem bebas. Kridalaksana menyebut adjektiva gabungan morfem terikat dengan morfem bebas dengan istilah adjektiva majemuk subordinatif, dan adjektiva gabungan dua morfem bebas dengan istilah adjektiva majemuk koordinatif. Misalnya: pascalahir, tunanetra, mahabesar, semipermanen, gagah berani, gagal total, Termasuk di  dalamnya bentuk-bentuk golongan idiom. Artinya makna bentuk gabungan itu tidak dapat dijabarkan dari penjumlahan makna unsur-unsurnya, misalnya: berat hati, kurang ajar.
3.      Adjektiva yang berasal dari berbagai kelas. Kridalaksana berpendapat ada lima kelas kata yang dapat berpindah menjadi kelas kata adjektiva, yaitu kelas kata verba, nomina, adverbia, numeralia, interjeksi, misalnya:
a.       deverbalisasi: mencekam, terbuka, terpaksa, tersinggung.
b.      denominalisasi: ahli, meradang, melembaga, luas, berbusa.
c.       deadverbialisasi: berkurang, bertambah, bersungguh – sungguh.
d.      denumeralia: manunggal, mendua, menyeluruh.
e.       deinterjeksi: aduhai, asoi, sip, wah, yahud.

D.    Kesimpulan
1.      Secara tradisional, adjektiva dikenal sebagai kata yang mengungkapkan kualitas atau keadaan suatu benda. Alwi et al (2003:171) berpendapat bahwa adjektiva adalah kata yang memberikan keterangan yang lebih khusus tentang sesuatu yang dinyatakan oleh nomina dalam kalimat.
2.      Berdasarkan Bentuknya, Alwi et al membagi adjektiva menjadi dua, yaitu adjektiva dasar yang selalu monomorfemis dan adjektiva turunan yang selalu polimorfemis. Adjektiva turunan ini dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu adjektiva berafiks, adjektiva bereduplikasi, dan adjektiva yang berasal dari berbagai kelas.

Sumber:
Alwi, Hasan dkk, 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. 
Chaer, Abdul 2006. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Kridalaksana, Harimurti. 2005. Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Sasangka, Sry Satrya T.W dkk. 2000. Adjektiva dan Adverbia dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.  
Verhaar, J.W.M. 2001. Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

(Dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Morfologi semester 3)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar